Prosesor AMD dengan arsitektur Zen berhasil menggoyahkan dominasi intel dalam beberapa tahun terakhir yang menggungguli AMD dengan kehebatan lineup mulai Pentium G, Core i3, i5 sampai Core i7. Adalah procie Ryzen series yang membuat saya kembali tertarik kepada produk AMD ini di kelas menengah keatas.
Dulu saya memilih Pentium G dan Core i3 sebagai batu loncatan sebelum nantinya meng-upgrade ke Core i5. Sedangkan Core i7 buat saya masih terlalu mewah. Sayangnya disaat saya akan mengupgrade Core i3 ke Core i5, AMD malah menggoda saya untuk beralik ke platform AM4.
Namun untuk beralih ke platform dengan socket AM4 yang masih baru ini ternyata saya harus memulai lagi dari nol karena motherboard beda dan RAM beda karena sudah DDR4. Motherboard pun harus beli yang baru karena yang bekas masih sangat jarang. Tidak seperti platform AM3 atau LGA 1155 yang banyak pilihan, baik Mainboard baru yang bergaransi maupun bekas pakai yang harganya murah menggoda.
Kelebihan platform AM4 bagi saya adalah dapat membeli dulu APU Bristol Ridge Series sebelum nanti upgrade ke Ryzen Series. Tidak seperti Platform FM1 / FM2 / FM2+ yang cuma mentok di APU A8 dan A10 series. Ini sangat menarik.
Pilihan CPU AM4: A12-9800 @ 3,8 GHz (Turbo 4,2 GHz) TDP 65 W
harga: 1,345jt - 1,35jt cari: A12
Sepertinya ini pilihan APU terkuat saat ini. Saya terkejut karena harganya cukup murah dibanding pendahulunya yaitu APU A10 Kaveri/Godavari yang harganya mencapai diatas 1,5 juta rupiah. Ini mengingatkan saya ketika APU A8-3870K Llano dirilis. Untuk CPU dengan 4 core + 8 core IGP, TDP nya sudah cukup rendah, cuma 65 Watt. Konon IGP nya setara dengan R7 250 (2GB) yang harganya diatas 800 ribuan. Jadi kira-kira harga CPU nya doang cuma sekitar 500 ribuan. Ini lah sepertinya yang selama ini saya idamkan dari sebuah APU (CPU + GPU on chip).
Kira-kira kalo beli harganya segini:
1.350.000 Procie: A12-9800
800.000 Mobo AM4
1.000.000 RAM DDR4 (2x4GB)
======= +
3.150.000
Blog dari seorang gamer dan educator (pendidik) yang idealis yang punya terlalu banyak impian dan passion
Wednesday, October 25, 2017
Thursday, October 19, 2017
Pilih Harga Prosessor AMD X4 AM3 (Quad-Core) 2017
Dulu, sekitar 10 tahun yang lalu saya pernah memimpikan memiliki procie AMD Phenom II series, tapi isi dompet berkata lain. Akhirnya yang berjodoh adalah AMD Athlon II X2 250, dengan harapan nanti bisa upgrade ke AMD Phenom II series. Saat ini si Athlon II X2 250 baru saja saya pensiunkan karena sudah kurang nyaman lagi untuk dipakai bekerja dan bermain, apalagi CPU ini sekarang lagi error dan saya sudah malas mengurusnya lagi. Saya berfikir untuk menggantinya saja dengan seri yang lebih tinggi yaitu Athlon II X4 atau Phenom II series, baik yang X4 (Quad Core) atau yang X6 (Hexa Core).
8. Phenom II X4 955 @ 3,2 GHz 125 W
Harga bekas procie-procie ini untuk saya sih sudah mulai terjangkau, yang penting bisa nyaman dipake main game PES 2017, Dota 2, GTA5, dan lain-lain. Sukur-sukur bisa diajak main Forza Horizon/Forza Motorsport, ngarep banget.
Idealnya, procie paling kenceng yang bisa di pasang soket AM3 adalah Phenom II X4 980 Black Edition atau Phenom II X6 1090T BE (Black Edition). Tapi ternyata ini termasuk prosesor yang langka, jadi susah juga nyarinya. BTW kalo dibuat daftar CPU ideal idaman untuk soket AM3 adalah seperti ini urutannya:
4. Phenom II X6 1090T BE (Black Edition) @ 3,2 GHz Turbo 3,6 GHz 125 W
- cari: phenom x6
7. Phenom II X4 965 BE (Black Edition) @ 3,4 GHz 125 W
- cari: Phenom 965
8. Phenom II X4 955 @ 3,2 GHz 125 W
- cari: Phenom 955
10. Phenom II X6 1055T @ 2,8 GHz Turbo 3,3 GHz 95 W
- harga: 850rb - 1,1jt(MB/Asrock/Biostar)
- cari: phenom x6
11. Phenom II X4 945 @ 3,0 GHz 95 W
-harga: 400rb - 450rb
12. Athlon II X4 650 @ 3,2 GHz
13. Athlon II X4 645 @ 3,1 GHz
14. Athlon II X4 640 @ 3,0 GHz
-harga: 450rb - 500rb(MB-ECS)*
15. Athlon II X4 635 @ 2,9 GHz
-harga: 350rb - 410rb - 650rb(MB)
16. Athlon II X4 630 @ 2,8 GHz
-harga: 400rb - 600rb(MB-MSI/Asrock)
Harga Mobo Soket AM3: cari..
1. Pegatron: 230rb
2. Asrock: 240rb - 290rb - 315rb
3. ECS: 250rb
4. Biostar: 300rb - 310rb
5. ASUS: 395rb - 425rb - 440rb(Athlon II X2 270)* - 500rb - cari..
11. Phenom II X4 945 @ 3,0 GHz 95 W
-harga: 400rb - 450rb
12. Athlon II X4 650 @ 3,2 GHz
13. Athlon II X4 645 @ 3,1 GHz
14. Athlon II X4 640 @ 3,0 GHz
-harga: 450rb - 500rb(MB-ECS)*
15. Athlon II X4 635 @ 2,9 GHz
-harga: 350rb - 410rb - 650rb(MB)
16. Athlon II X4 630 @ 2,8 GHz
-harga: 400rb - 600rb(MB-MSI/Asrock)
Harga Mobo Soket AM3: cari..
1. Pegatron: 230rb
2. Asrock: 240rb - 290rb - 315rb
3. ECS: 250rb
4. Biostar: 300rb - 310rb
5. ASUS: 395rb - 425rb - 440rb(Athlon II X2 270)* - 500rb - cari..
Friday, October 13, 2017
NFS Need for Speed: SHIFT - OFFLINE Multiplayer LAN (Local Area Network)
Bulan September yang lalu, Game Racing Project CARS 2 dirilis. Karena game ini di kembangkan oleh Slightly Mad Studios, developer yang juga mengembangkan game Need for Speed: Shift. Saya jadi teringat kembali masa-masa indah bersama NFS: SHIFT pertama.
Need for Speed SHIFT yang dirilis pada tahun 2009 silam (8 tahun lalu) memiliki fitur yang menarik yang mungkin jarang atau tidak dimiliki oleh game-game racing keluaran terbaru. NFS SHIFT memiliki fitur Multiplayer ONLINE maupun Multiplayer OFFLINE / LAN (Local Area Network).
Yang saya amati dari tahun 2009 sampai tahun 2017 ini, fitur Multiplayer OFFLINE baik Split-Screen maupun via jaringan LAN semakin jarang didukung oleh para developer game. Rata-rata developer lebih menyukai untuk men-support multiplayer secara ONLINE daripada mengembangkan fitur multiplayer secara OFFLINE.
Banyak Developer sengaja membunuh mode Multiplayer OFFLINE
Dua Tahun setelah NFS: SHIFT dirilis, tepatnya tahun 2011, suksesor Need for Speed: Shift yaitu Shift 2 Unleashed dirilis tanpa label Need for Speed namun masih dalam satu naungan publisher yang sama, yaitu Electronic Arts. Sayangnya pada game SHIFT 2 Unleashed ini, fitur multiplayer OFFLINE / LAN dihapus. Dari sini saya merasa bahwa Mode Multiplayer OFFLINE sengaja "dibunuh" agar para pemain beralih bermain multiplayer secara ONLINE.
Kelemahan Multiplayer ONLINE
Sebenarnya saya tidak keberatan bermain game multiplayer secara Online, malah saya merasa lebih senang bermain secara online daripada secara offline. Karena teman bermain di mode online tentunya lebih banyak daripada teman yang dapat diajak bermain secara offline. Namun ada beberapa hal yang membuat saya kadang malas bermain game secara online, diantaranya:
1. SERVER DOWN
Ini adalah salah satu mimpi buruk setiap gamer. Server mati bisa disebabkan maintenance rutin. Kalo ini sih biasanya gamer sudah tau jadwalnya, namun yang sangat menjengkelkan bila ada maintenance dadakan. Lebih parahnya lagi server mati atau error tanpa terkontrol atau mungkin tidak terurus. Ada pula yang membuat para gamer sakit hati yaitu penutupan server oleh developer / publisher game tersebut, ini adalah seperti kiamat bagi gamer game tersebut.
2. LAG / JARINGAN INTERNET JELEK
Bagi saya dan orang-orang Indonesia yang tinggal di pelosok desa. Koneksi internet yang stabil dan cepat masih menjadi mimpi yang sampai saat ini masih belum menjadi kenyataan. Jika pun ada, itupun terbatas dan hanya orang-orang tertentu yang bisa menikmatinya. Mungkin hanya orang-orang terdekat dengan salah satu ISP terbesar di negeri ini. Dan harganya pun masih mahal untuk orang yang tinggal dan bekerja di pedesaan.
3. JARINGAN INTERNET MATI / TIDAK ADA JARINGAN INTERNET
Tidak selamanya koneksi internet hidup. Di desa saya internet pernah mati sampai lebih 1 dari minggu, dan saya yakin di tempat lain bahkan banyak orang masih belum bisa merasakan jaringan internet. Tentu saja hal-hal diatas menjadi kendala yang cukup mengecewakan karena menurut saya, game khususnya genre racing itu akan lebih seru jika dimainkan secara multiplayer. Maka mode multiplayer OFFLINE itu adalah menu yang tidak bisa saya tolak yang selalu saya harapkan pada setiap game yang dirilis.
NFS: Shift ini bukanlah game yang sempurna namun dengan salah satu fitur OFFLINE Multiplayer LAN yang dimilikinya membuatnya selalu mendapat tempat dihati saya dan belum tergantikan oleh game lainnya. Bermain bersama teman lewat sesi multiplayer adalah momen yang menyenangkan.
Harga NFS: Shift di steam, saat ini cuma Rp 199.999. Jika ingin lebih murah boleh tunggu sampe akhir tahun. Biasanya pada saat pergantian tahun 2017-2018 nanti akan ada event SALE, saat itu biasanya NFS SHIFT akan ditawarkan seharga Rp 49.999 saja. Tertarik?
Monday, October 9, 2017
PES 2018 - Warning: Your computer does not meet the Minimum System Requirement to run this software.
berdasarkan informasi resmi dari developer PRO EVOLUTION SOCCER 2018 bahwa kali ini untuk seri PES 2018 mendapatkan Minimum System Requirement yang lumayan berat, diantaranya membutuhkan memory (RAM) sebesar 8 GB. Jika PC yang kita gunakan menggunakan RAM yang lebih kecil dari 8 GB maka akan muncul pesan seperti berikut ini ketika mencoba menjalankan game tersebut:
Namun jangan khawatir dengan pesan ini, cukup klik tombol Ignore, saya menggunakan RAM 4 GB, namun sampai saat ini masih belum pernah mengalami error. Gak tau deh kalo pake RAM 2 GB kira-kira masih bisa jalan normal gak ya?
Warning:
Your computer does not meet the Minimum System Requirement to run this software.
As a result, you may experience error during operation.
Unable to implement settings due to insufficient Computer specifications. (RAM 8GB)
Abort - Retry - Ignore
Namun jangan khawatir dengan pesan ini, cukup klik tombol Ignore, saya menggunakan RAM 4 GB, namun sampai saat ini masih belum pernah mengalami error. Gak tau deh kalo pake RAM 2 GB kira-kira masih bisa jalan normal gak ya?
Setting PES 2018 vs Intel Core i3-2100 CPU @ 3.10GHz (RAM 4 GB)
Saturday, October 7, 2017
PES 2018 APPCRASH ERROR (Pro Evolution Soccer 2018 has stopped working)
Beberapa hari yang lalu saya mencoba test game Pro Evolution Soccer 2018 di berbagai PC. Untuk mengetahui seberat apakah game ini jika dijalankan di PC-PC yang sudah cukup tua. Pertama kali mencoba adalah di PC dengan CPU Intel Core i3-2100 dan RAM 4 GB. Game ini dapat dijalankan dengan normal, namun pada 3 PC berikutnya yaitu AMD A4-5300 APU game ini mengalami CRASH, awalnya saya mengira ini karena CPU-nya sudah sangat jauh dibawah standar minimum karena masih dual-core murni, tidak seperti core i3 yang sudah memiliki 4 thread walaupun masih dual-core.
Namun saya merasa keget setelah saya tes menggunakan cpu Quad-Core AMD A8-3870 ternyata game ini mengalami error/crash yang sama seperti yang terjadi pada PC sebelumnya.
Seperti nya ada sesuatu yang salah. Sepengalaman saya sih kalo ada error kayak gini biasanya ada software pendukung yang harus di-install, mungkin DirectX, Visual Studio atau Visual C+ Redistributable, .NET Framework, Windows Update (KBxxxxxxx), PhysX, Java, OpenAL, dan beberapa software lain tergantung dari gamenya juga.
Setelah mencari info kesana kemari, saya sudah mencoba 2 percobaan yaitu menginstall Microsoft .NET Framework 4.6 dan menginstall ulang Visual C++ Redistributable for Visual Studio 2015. namun hasilnya masih error.
Karena penasaran saya coba lihat daftar software yang terinstall pada PC pertama yg pake Core i3 yang dapat menjalankan game ini:
Saya menemukan bahwa pada PC yang dapat menjalankan PES 2018 ternyata sudah terpasang update KB2670838. Sedangkan pada 3 PC lain yang saya coba, update KB2670838 ini belum terinstall. Ya sudalah akhirnya saya download deh file yang bernama Windows6.1-KB2670838-x64.msu ini dari situs resmi Microsoft. Dan hasilnya PES 2018 dapat dijalankan tanpa muncul error APPCRASH lagi. Alhamdulillah.
saya mengunduh file Windows6.1-KB2670838-x64.msu ini dari link berikut:
https://www.microsoft.com/en-us/download/details.aspx?id=36805&751be11f-ede8-5a0c-058c-2ee190a24fa6=True
Baca Juga:
Namun saya merasa keget setelah saya tes menggunakan cpu Quad-Core AMD A8-3870 ternyata game ini mengalami error/crash yang sama seperti yang terjadi pada PC sebelumnya.
Seperti nya ada sesuatu yang salah. Sepengalaman saya sih kalo ada error kayak gini biasanya ada software pendukung yang harus di-install, mungkin DirectX, Visual Studio atau Visual C+ Redistributable, .NET Framework, Windows Update (KBxxxxxxx), PhysX, Java, OpenAL, dan beberapa software lain tergantung dari gamenya juga.
Setelah mencari info kesana kemari, saya sudah mencoba 2 percobaan yaitu menginstall Microsoft .NET Framework 4.6 dan menginstall ulang Visual C++ Redistributable for Visual Studio 2015. namun hasilnya masih error.
Karena penasaran saya coba lihat daftar software yang terinstall pada PC pertama yg pake Core i3 yang dapat menjalankan game ini:
Saya menemukan bahwa pada PC yang dapat menjalankan PES 2018 ternyata sudah terpasang update KB2670838. Sedangkan pada 3 PC lain yang saya coba, update KB2670838 ini belum terinstall. Ya sudalah akhirnya saya download deh file yang bernama Windows6.1-KB2670838-x64.msu ini dari situs resmi Microsoft. Dan hasilnya PES 2018 dapat dijalankan tanpa muncul error APPCRASH lagi. Alhamdulillah.
saya mengunduh file Windows6.1-KB2670838-x64.msu ini dari link berikut:
https://www.microsoft.com/en-us/download/details.aspx?id=36805&751be11f-ede8-5a0c-058c-2ee190a24fa6=True
Baca Juga:
Render Settings PES 2018 PC - Fitur Baru yang Belum Pernah Ada di Seri Pro Evolution Soccer Sebelumnya
PES 2018 vs Intel Core i3-2100 CPU @ 3.10GHz x 4 (3.10Ghz) (RAM 4 GB)
Saya mencoba test game Pro Evolution Soccer 2018 dengan PC dengan procie Intel(R) Core(TM) i3-2100 CPU @ 3.10GHz x 4 (3.10Ghz) yang masih dual core, namun memiliki 4 thread karena ada teknologi Hyper-Tread-nya. Begitu pula dengan RAM yang masih 4 GB padahal seharusnya 8 GB berdasarkan Minimum System Specs resmi dari Konami. Kira-kira bisa menjalankan game PES 2018 ini gak yah? Prediksi saya sih sepertinya bisa, tapi gak tau deh gameplay nanti-nya mulus apa enggak. Berikut ini tampilan tab Specifications pada Settings PES 2018:
CPU: Intel(R) Core(TM) i3-2100 CPU @ 3.10GHz x 4 (3.10Ghz) OK
RAM: 4.0 GB Unable
GPU: NVIDIA GeForce GT 1030 (PS5.0/VS5.0) OK
VRAM: 1.0 GB Shared: 1.2 GB OK
GPU: NVIDIA GeForce GT 1030 (PS5.0/VS5.0) OK
VRAM: 1.0 GB Shared: 1.2 GB OK
PES 2018 System Requirement, Masih sanggup / Masih kuat kah PC kamu?
Untuk CPU ternyata masik OK ya, hahaha. Padahal saya kira, Minimum System Specs itu artinya: bila spek dibawah itu, maka gak bisa jalanin game ini, tapi ternyata ... masih dikasih tanda OK
Namun RAM ternyata dikasih tanda Unable. Karena pada PC ini saya masih pake 4 GB. Tapi berdasarkan pengalaman di beberapa game PES sebelumnya, biasanya sih masih bisa jalan, walaupun RAM kurang.
Namun RAM ternyata dikasih tanda Unable. Karena pada PC ini saya masih pake 4 GB. Tapi berdasarkan pengalaman di beberapa game PES sebelumnya, biasanya sih masih bisa jalan, walaupun RAM kurang.
Jika dibandingkan dengan PES 2017, semuanya ditandai dengan kata Good.
Namun setelah saya jalankan game PES 2018 ini, dan mencoba beberapa pertandingan exhibition. Saya tidak mengalami masalah berarti, game ini mulus dan playable lah untuk CPU yang sudah cukup tua ini, yang dulu saya beli tahun 2011-an. Berarti umurnya sudah 6 tahunan. Saya merasa lega karena PC ini ternyata belum perlu untuk di-upgrade.
Untuk Setting di PC ini, baca juga:
Namun setelah saya jalankan game PES 2018 ini, dan mencoba beberapa pertandingan exhibition. Saya tidak mengalami masalah berarti, game ini mulus dan playable lah untuk CPU yang sudah cukup tua ini, yang dulu saya beli tahun 2011-an. Berarti umurnya sudah 6 tahunan. Saya merasa lega karena PC ini ternyata belum perlu untuk di-upgrade.
Untuk Setting di PC ini, baca juga:
Setting PES 2018 vs Intel Core i3-2100 CPU @ 3.10GHz (RAM 4 GB)
Friday, October 6, 2017
PES 2018 vs AMD A4-5300 APU with Radeon(tm) HD Graphics x 2 (3.42Ghz)
Saya mencoba test game Pro Evolution Soccer 2018 dengan PC dengan procie APU AMD A4-5300 yang juga memiliki IGP AMD Radeon HD 7480D (PS5.0/VS5.0). Kira-kira masih bisa menjalankan game ini gak yah? Prediksi saya sih sepertinya bisa, paling pas gameplay nanti-nya akan terasa berat. Berikut ini tampilan tab Specifications pada Settings PES 2018:
Setelah saya pelajari ini diakibatkan karena Windows 7 64 bit yang saya gunakan pada patch tersebut belum di-update. Untuk mengatasi masalah ini silakan buka link berikut ini:
RAM: 3.0 GB Unable
GPU: AMD Radeon HD 7480D (PS5.0/VS5.0) OK
VRAM: 1.0 GB Shared: 1.2 GB OK
GPU: AMD Radeon HD 7480D (PS5.0/VS5.0) OK
VRAM: 1.0 GB Shared: 1.2 GB OK
PES 2018 System Requirement, Masih sanggup / Masih kuat kah PC kamu?
Untuk CPU dan RAM ternyata dikasih tanda Unable. Saya tidak heran sih karena AMD A4-5300 APU ini jauh lah bila dibandingkan dengan Core i5 yang "katanya" menjadi tuntutan minimum. Begitupula dengan RAM 3 GB ini juga kurang dari setengah dari Minimum System Specs. Tapi berdasarkan pengalaman di beberapa game PES sebelumnya, biasanya sih masih bisa jalan, entah bagaimana playable atau tidak saya masih penasaran.
Yang saya kaget adalah GPU onboard atau IGP AMD Radeon HD 7480D (PS5.0/VS5.0) ternyata dikasih tanda OK padahal ini sangat jauh lah dibandingkan HD 7750 udah gitu VRAM-nya 1 GB juga dibilang OK, padahal di pada Minimum System Specs: justru ditulis 2GB. Ini KONAMI aneh ya, hahahaha.
Jika dibandingkan dengan PES 2017, semuanya ditandai dengan kata Good.
Lompatan hardware (System Requirement) yang cukup jauh kalo dibandingkan dengan PES 2017 lalu. Kalo menurut saya sebaiknya PES 2018 itu diganti nama saja jadi PRS 2017 (Pro Revolution Soccer). Karena Evolusi itu kan dikit-dikit perubahannya, jadi perubahan System Requirement-nya juga harusnya dikit-dikit juga atau pelan-pelan, kalo Revolusi kan cepat dan radikal.
Setelah saya selesai meng-copy semua file PES 2018 yang totalnya 24,5 GB itu saya coba menjalankan PES 2018. Tapi ternyata malah muncul ini:
Kaget juga, ini diluar dugaan prediksi saya sebelumnya. Apakah PC ini memang sudah tak sanggup atau ada hal lain yang saya lewatkan? Berikut ini isi pesan Error/Crash tersebut:
Problem signature:
Problem Event Name: APPCRASH
Application Name: PES2018.exe
Application Version: 1.1.0.2
Application Timestamp: 59c0c29f
Fault Module Name: PES2018.exe
Fault Module Version: 1.1.0.2
Fault Module Timestamp: 59c0c29f
Exception Code: c0000005
Exception Offset: 0000000001421485
OS Version: 6.1.7601.2.1.0.256.1
Locale ID: 1057
Additional Information 1: a6b0
Additional Information 2: a6b07c82a0f1ad0f208670ee8abf932a
Additional Information 3: 6151
Additional Information 4: 6151f6a743667c7b09dcbe01840f09e0
Read our privacy statement online:
http://go.microsoft.com/fwlink/?linkid=104288&clcid=0x0409
If the online privacy statement is not available, please read our privacy statement offline:
C:\Windows\system32\en-US\erofflps.txt
Problem Event Name: APPCRASH
Application Name: PES2018.exe
Application Version: 1.1.0.2
Application Timestamp: 59c0c29f
Fault Module Name: PES2018.exe
Fault Module Version: 1.1.0.2
Fault Module Timestamp: 59c0c29f
Exception Code: c0000005
Exception Offset: 0000000001421485
OS Version: 6.1.7601.2.1.0.256.1
Locale ID: 1057
Additional Information 1: a6b0
Additional Information 2: a6b07c82a0f1ad0f208670ee8abf932a
Additional Information 3: 6151
Additional Information 4: 6151f6a743667c7b09dcbe01840f09e0
Read our privacy statement online:
http://go.microsoft.com/fwlink/?linkid=104288&clcid=0x0409
If the online privacy statement is not available, please read our privacy statement offline:
C:\Windows\system32\en-US\erofflps.txt
Setelah saya pelajari ini diakibatkan karena Windows 7 64 bit yang saya gunakan pada patch tersebut belum di-update. Untuk mengatasi masalah ini silakan buka link berikut ini:
PES 2018 APPCRASH ERROR (Pro Evolution Soccer 2018 has stopped working)Setelah masalah CRASH/ERROR error diatas dapat saya atasi, saya berhasil menjalankan game PES 2018 di PC AMD A4-5300 APU ini. Namun sayangnya saya tidak mendapatkan gameplay yang mulus. Framerate terasa lag atau patah-patah, mungkin ini akibat CPU atau mungkin GPU-nya yang kurang kenceng. Saya masih penasaran kedepannya saya akan melakukan test dengan CPU yang sama namun saya akan tambahkan VGA addon, saya lebih curiga ini diakibatkan oleh GPU-nya yang kurang kenceng. Terima, kasih sudah membaca artikel ini. Wasalam
Subscribe to:
Posts (Atom)








